Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi di Puskesmas Kota Tais
Masa bayi merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana pemberian ASI eksklusif menjadi faktor utama dalam mendukung kenaikan berat badan yang optimal. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kota Tais, Kabupaten Seluma, untuk menganalisis pengaruh ASI eksklusif terhadap pertumbuhan bayi. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan program kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.
Latar Belakang Penelitian
ASI eksklusif direkomendasikan oleh WHO untuk bayi usia 0-6 bulan
Puskesmas Kota Tais memiliki cakupan ASI eksklusif 65%, di bawah target nasional 80%
Beberapa bayi menunjukkan kenaikan berat badan tidak sesuai standar WHO
Faktor-faktor seperti pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan pendampingan laktasi memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif
Tujuan Penelitian
Mengetahui pengaruh ASI eksklusif terhadap kenaikan berat badan bayi
Mengidentifikasi karakteristik ibu yang memberikan ASI eksklusif
Menganalisis faktor pendukung dan penghambat pemberian ASI eksklusif
Memberikan rekomendasi untuk peningkatan program ASI eksklusif di Puskesmas Kota Tais
Metode Penelitian
Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif
Populasi: bayi usia 0-6 bulan dan ibu di wilayah Puskesmas Kota Tais
Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan analisis data sekunder
Analisis data menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel
Hasil dan Analisis
70% bayi yang menerima ASI eksklusif menunjukkan kenaikan berat badan sesuai standar WHO
Ibu dengan pendidikan tinggi lebih sering memberikan ASI eksklusif
Dukungan keluarga dan pendampingan laktasi memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif
Beberapa ibu mengalami kendala dalam manajemen ASI perah saat bekerja
Kesimpulan dan Rekomendasi
Penelitian menunjukkan bahwa ASI eksklusif memiliki pengaruh signifikan terhadap kenaikan berat badan bayi di Puskesmas Kota Tais. Peningkatan edukasi ibu, dukungan keluarga, dan pendampingan laktasi diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Puskesmas dapat mengembangkan program spesifik untuk mendukung ibu yang bekerja dalam pemberian ASI eksklusif.