Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Pengolahan Cullet PT. Kangar Consolidated Industries
Industri kaca, termasuk proses pengolahan cullet, memiliki potensi bahaya yang tinggi seperti panas ekstrem, pecahan kaca, dan kebisingan. Analisis risiko ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan proses, menilai tingkat risiko, dan merekomendasikan pengendalian sesuai hierarki kontrol K3. Studi ini dilakukan di Cullet Plant PT KCI dengan metode observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi internal, menggunakan pendekatan HIRADC untuk meminimalkan kecelakaan dan meningkatkan keamanan operasional.
Latar Belakang
Industri kaca memiliki potensi bahaya tinggi: panas ekstrem, pecahan kaca, mesin berputar, kebisingan, dan bahan kimia
Proses cullet menjadi area kritis karena melibatkan penyortiran manual, penghancuran material, dan pencucian
Analisis risiko diperlukan untuk meminimalkan kecelakaan melalui pendekatan HIRADC
Tujuan Analisis
Mengidentifikasi bahaya pada setiap tahapan proses cullet
Menilai tingkat risiko melalui matrix severity dan probability
Menentukan metode pengendalian sesuai hierarki kontrol K3
Mendukung peningkatan keamanan operasional area cullet
Ruang Lingkup
Lokasi: Cullet Plant PT KCI
Proses yang dianalisis: Sorting, magnetic separator, crushing, vibrating screen, washing, ECS, storage
Vibrating Screen: Getaran dan pecahan material (Medium)
Washing: Slip, kontaminasi kimia (Medium)
Rekomendasi Pengendalian
Engineering Control: Perbaikan struktur conveyor, penutup guarding, automatic sorting table
Administrative Control: SOP area crusher & washing, jadwal house-keeping, rotasi kerja
APD: Gloves anti-cut, face shield, earplug industrial quality
LOTO Program: Lockout conveyor & crusher sebelum maintenance
Kesimpulan
Proses cullet memiliki risiko signifikan terkait pecahan kaca, kebisingan, mesin bergerak, dan kontaminasi. Risiko terbesar terdapat pada crusher, sorting manual, dan area washing. Pengendalian telah diterapkan, namun masih ada gap pada engineering control & ergonomi kerja. Implementasi peningkatan pengendalian prioritas mendukung zero accident dan efisiensi produksi.